Standar Operational Prosedur (SOP) Kepemimpinan

Berikut Standar Operational Prosedur (SOP) Kepemimpinan

 

1.  TUJUAN

     Prosedur “Kepemimpinan” ditujukan untuk menjelaskan tata cara dan persyaratan yang diperlukan oleh seorang pimpinan yang

     mampu mewujudkan visi dan misi secara efektif melalui mekanisme hasil kesepakatan bersama sehingga dapat memelihara

     dan mengakomodasi semua unsur, fungsi, dan peran dalam organisasi.

 

2.  RUANG LINGKUP

     Prosedur ini meliputi penjelasan tentang kepemimpinan operasional, kepemimpinan organisasi, kepemimpinan publik, serta

     persyaratan menjadi pemimpin.

 

 3.  DEFINISI

      1.  Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain melalui komunikasi baik langsung maupun

           tidak langsung dengan maksud untuk menggerakkan orang-orang tersebut agar penuh pengertian, kesadaran dan senang hati

           bersedia mengikuti kehendak pemimpin itu.

      2.  Pemimpin adalah seseorang yang mempunyai wewenang untuk memerintahkan orang lain, yang di dalam pekerjaannya untuk

           mencapai tujuan organisasi memerlukan bantuan orang lain.

 

 4.  ACUAN/REFERENSI

      1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor: 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

      2.  Keputusan Rektor Universitas Syiah Kuala Nomor: 758 Tahun 2008 Tentang Tata Cara Pengusulan Pengangkatan Ketua dan

           Sekretaris Jurusan/Bagian, Kepala Laboratorium dan ketua Program Studi dalam Lingkungan Universitas Syiah Kuala;

      3.  Keputusan Rektor Universitas Syiah Kuala Nomor 584 tahun 2010 tentang Struktur Organisasi Program Pascasarjana

           Universitas Syiah Kuala;

      4.  Keputusan Rektor Universitas Syiah Kuala Nomor: 323 Tahun 2003 tentang Peraturan Tata Tertib dan Etika Kehidupan Warga

            Universitas Syiah Kuala;

      5.  Buku Panduan Akademik Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala.

 

 5. SARANA

     1. Undang-undang dan peraturan-peraturan yang berlaku;

     2. Rapat-rapat pimpinan universitas, program pascasarjana, dan program studi;

     3. Struktur

 

6.  PROSEDUR

     1.  Kepemimpinan operasional, ditunjukkan dengan kemampuan pemimpin untuk menterjemahkan semua kebijakan melalui

          Standart Operating and Procedures (SOP) hingga di tingkat organisasi paling bawah sehingga kebijakan tersebut dapat

          dioperasionalisasikan dengan sangat baik.

     2.  Kepemimpinan organisasional, setiap unit pimpinan telah memahami dan mampu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya

          sesuai dengan tata kerja organisasi yang telah ditetapkan. Hal ini tercermin dari kredibilitas, prestasi, dan inovasi yang telah

         dicapai dalam mengelola penyelenggaraan pendidikan.

    3.  Kepemimpinan Publik, kepemimpinan telah berhasil menjalin kerjasama dengan berbagai institusi pemerintah dan swasta baik

         di dalam maupun di luar negeri.

    4.  Selain persyaratan di atas, kepemimpinan juga mencerminkan figur yang :

          a.  Visioner. Memiliki pandangan di masa depan menjadi center of excelleni pada level nasional maupun internasional.

          b.  Demokratis. Mau menerima kritik maupun saran dalam merencanakan dan melaksanakan segala aktifitas yang berkaitan

               dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

          c.  Transparan. Dalam menjalankan kepemimpinan selalu berpegang pada prinsip keterbukaan, informatif dan akuntabel.

               Transparansi yang dimaksud menyangkut pelaksanaan akademik, administrasi umum dan kepegawaian, maupun bidang

               kemahasiswaan.

          d.  Inovatif. Mengembangkan terobosan-terobosaan baru demi kemajuan fakultas, baik menyangkut sistem pengelolaan akademik,

               administrasi umum dan kepegawaian, bidang kemahasiswaan, maupun pengembangan program-program studi baru.