Standar Operational Prosedur (SOP) Tata Pamong

Berikut Standar Operational Prosedur (SOP) Tata Pamong

 1. TUJUAN

 

        Prosedur “Tata pamong” ditujukan untuk menjelaskan tata cara dan persyaratan yang diperlukan dalam struktur organisasi dan

        menjamin terwujudnya visi dan misi agar berjalan secara efektif  melalui mekanisme yang disepakati bersama, serta dapat me-

        melihara dan mengakomodasi semua unsur, fungsi, dan peran Prodi Magister Matematika Program Pascasarjana Universitas

        Syiah Kuala.

 

2. RUANG LINGKUP

 

       Prosedur ini meliputi kelengkapan struktur organisasi yang melaksanakan tujuh fungsi manajemen, yaitu: perencanaan,

       pengorganisasian, pengembangan staf, pengawasan, pengarahan, representasi dan penganggaran, demi tercapainya

       visi, misi dan tujuan, yang mencerminkan kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, dan keadilan.

 

 

3. DEFINISI

 

1. Tata pamong adalah suatu sistem yang dapat menjadikan kepemimpinan, sistem pengelolaan dan penjaminan mutu

     berjalan secara efektif di dalam universitas/institusi yang mengelola program studi, termasuk bagaimana kebijakan dan

     strategi disusun sedemikian rupa. Organisasi dan sistem tata pamong yang baik (good governance) akan mencerminkan

     kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, dan keadilan.

 

2. Tata kelola yang dimaksudkan adalah sistem yang menjamin penyelenggaraan institusi dalam memenuhi prinsip-prinsip

     kredibilitas, transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, dan kesinambungan. Dalam konteks ini merujuk pada sistem

     organisasi dan mekanisme kerja. Dalam struktur terdapat lembaga-lembaga struktural yang mengkoordinir dan melaksana

     kan aktifitas akademik, administrasi dan penjaminan mutu (Program Studi, Laboratorium, dan Unit Jaminan Mutu), lembaga

     pendukung akademik (Badan Pengembangan Sistem Informasi dan Staf Administrasi).

 

 

4. ACUAN/REFERENSI

 1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor: 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

 2. Kepmendiknas Nomor: 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar

     Mahasiswa;

 3. Keputusan Rektor Universitas Syiah Kuala Nomor: 758 Tahun 2008 Tentang Tata Cara Pengusulan Pengangkatan Ketua dan

     Sekretaris Jurusan/Bagian, Kepala Laboratorium dan ketua Program Studi dalam Lingkungan Universitas Syiah Kuala;

 4. Keputusan Rektor Universitas Syiah Kuala Nomor 584 tahun 2010 tentang Struktur Organisasi Program Pascasarjana

     Universitas Syiah Kuala;

 5. Buku Panduan Akademik Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala.

 

 

5. SARANA

 

1. Undang-undang dan peraturan-peraturan yang berlaku;

2. Rapat-rapat pimpinan universitas, program pascasarjana, dan program studi;

3. Struktur

 

 

6. PROSEDUR

 

1. Memiliki struktur organisasi yang efektif dan lengkap dengan deskripsi tugas, fungsi, wewenang, dan tanggung jawab yang jelas.

 

        2. Sistem tata pamong tercermin dalam struktur organisasi dan mekanisme kerja di Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala

            dan program studi yang sudah menjadi keputusan yang dihasilkan berdasarkan peraturan-peraturan, rapat senat universitas,

            rapat pimpinan dalam universitas, program pascasarjana dan program studi.

       3. Struktur organisasi di tingkat program pascasarjana dan program studi mengacu kepada SK Rektor Unsyiah Nomor 584 Tahun

           2010, yaitu Pimpinan Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala terdiri dari: direktur dan asisten direktur-asisten direktur,

           pimpinan program studi terdiri dari: ketua program studi dan sekretaris program studi.

       4. Organisasi Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala dan program studi memiliki wewenang dalam melaksanakan

           tujuh fungsi manajemen sebagai berikut:

            a. Perencanaan;

            b. Pengorganisasian;

            c. Pengembangan staf;

            d. Pengawasan;

            e. Pengarahan;

             f. Representasi; dan

             g. Penganggaran.

         5. Sistem tata pamong yang meliputi input, proses, output dan outcome serta lingkungan eksternal yang menjamin terlaksananya

              tata pamong  yang baik, harus diformulasikan, disosialisasikan, dilaksanakan, dipantau dan dievaluasi sehingga tercapai

              transparansi, akuntabel, bertanggung jawab dan adil.

         6. Struktur organisasi dan hal-hal yang menjadi fokus di dalam tata pamong disajikan pada sebuah bagan.

         7. Secara periodik mengadakan koordinasi baik melalui rapat maupun kegiatan lain yang berkesinambungan.

         8. Memilki Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK).